Skip to main content

Asal niat, asal konsisten.

  Banyak dari kita, khususnya mahasiswa FAI yang merasa kewajiban menyelesaikan hafalan juz 30 itu berat. Memang tiap orang memiliki kapasitas yang berbeda dalam menghafal. Tapi kalau al-qur'an, saya rasa berbeda. Karena Allah berfirman dalam surat al-qamar ayat 32 :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Artinya : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?"
Menurut tafsir almuyassar dari kerajaan saudi arabia, maksud dari pelajaran diatas adalah untuk dibaca, dihafal dan direnungkan. See? Allah telah berfirman, maka kita tidak bisa mengelak. 

   Permasalahannya bukan di al-qur'an, akan tetapi, seberapakah kita menganggap kitabullah ini penting? Apa dosa yang kita lakukan sehingga kita susah untuk dekat dengan al-qur'an? Berapa banyak lirik lagu yg kita hafal jika dibandingkan dengan ayat al-qur'an? Padahal, al-qur'an akan datang untuk menyelamatkan penghafalnya di akhirat kelak. Rasulullah pernah bersabda :
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
" Bacalah Al-qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai syafii' (pemberi syafa'at) untuk para pembacanya." (H.R Muslim)

   Yuk, mumpung kita lagi #dirumahaja, perbanyak menghafal al-qur'an, mulai dari 1 ayat perhari, asal konsisten gak masalah. Seriusan, 1 ayat perhari aja cobain. Rasul pernah bersabda :
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." (H.R. Muslim)
Sesibuk apapun kamu, ingat! Al-qur'an adalah investasi masa depan yang sangat menjanjikan! (Sedekah juga ya guys)

- for u and for me and the entire human race.

Sumber :
Rumaysho.com
Muslim.or.id
Tafsirweb.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Update after a while

Its been forever since the last time I write something. Not that I hate it, its just, I dunno why I didn't write for this whole time. I might get some mistakes in my grammar but I don’t care btw haha. After about 4 years, I finally write again. Man, this 4 years change a damn lot of things than I ever imagine. How can I have my own family in this 4 years lol. Theres soooooooo many wrongs I've done, some of it were so huge that it changes me forever. Yes, I'm not the same as old me u guys seen in my previous writings. And also so many many good things happen, thanks to Allah. My wife, although we fights a lot lol, but it happens in marriage right? And my precious son, man I never imagine how big a son will change ur life, and I love it lol. Even in this 4 years I already have son and he already go to school lmaooo. At this very time, its his 3rd day going to school, so he still cries a lot. And also, finally I live in my childhood city, Tegal, and working at my previous scho...

keresahan hati

I really dunno what to say. Saat ini, gua baru balik dari rumah, setelah 7 bulan ga pulang sejak libur corona, dan hanya di rumah 4 hari aja. Padahal, dikosan pun gaada kegiatan yg mendesak banget, magang pun belum jelas mulainya kapan. But somehow, gua ngerasa harus hidup sendiri, belajar ngatur hidup gua lagi. Sampe kapan gua dari bangun ampe tidur harus di gerakin sama ortu? Gimana bisa kehidupan gua dikosan sama di rumah beda? Gua masih mau belajar, bikin timeline buat hidup harian gua, punya pola hidup yg teratur sendiri, that's how i define hidup mandiri. Many mistakes i've done for this past 3 years, and i feel sooooooo fckn bad. I really dunno what to say, mungkin agak private untuk di share, but i don't really care. I've got to replan my next projects, i've got to try harder to get the better version of me.

Pelampiasanku.

Tulisan ini dibuat pada tanggal 15 mei, ketika lagi rame-ramenya berita keramaian di bandara soetta, dan relaksasi psbb kota tegal pagi hari tadi. Ya, gua nulis ini gara-gara kesel banget, udah bosan dirumah selama 2 bulan, hampir 3 bulan. Gua yang cuma mahasiswa, kuliah dirumah aja bosen, alhamdulillah masalah kebutuhan sehari-hari masih terpenuhi. Coba kita memikirkan keadaan masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi, mereka untuk makan aja kesusahan, bahkan di bulan april kemarin sampai ada yang meninggal karena kelaparan. Miris, apalagi kita melihat bagaimana usaha para tenaga medis dalam penanganan corona. 2 bulan cuy, bayangin seberapa capenya mereka? Banyak tenaga kerja di phk, bpjs naik, banyak pedagang kehilangan konsumennya, mau sampai kapan keadaan kaya gini terus? Di sisi lain pemerintah membuka akses transportasi. Sangat mencengangkan ketika mudik dilarang tapi pesawat melayang. Ketika yang kaya bisa pulang dengan terbang, mereka yang secara ekonominya kurang mena...