Oke. Jadi pagi ini gua stalking akun ig yayasan syekh ali jaber rahimahullah, dan sampai di postingan tentang adzab kaum luth. Di komen itu ada yg menarik, ada yg tag ke akun indonesia butuh feminis. Karena penasaran, gua stalking deh tuh akun. Di sgnya ada repost postingan ussfeeds tentang belasungkawa terhadap syekh. Oke sejauh ini ga penting. Nah intinya ada di postingan akun indonesia butuh feminis tersebut yang "menurut saya pribadi" tidak menghormati ajaran islam, karena merepost postingan ttg hadits nabi yg menganjurkan menikahi perawan. Dan ternyata yg komen pun banyak yg mempertanyakan kenapa nabi saw menikahi sayyidah khadijah yg statusnya telah janda dll. Even there's someone who mock a word dari hadits tersebut. Yaa, caci maki gabakal ada dampaknya, dan kalo gabisa memperbaiki, menasehati, setidaknya gausah nambah2 bikin orang jadi lebih kesel dan jauh dari islam kan? So here's my opinion :
Sebenarnya bukan opini gua, tapi gua pernah dengar di ceramah. Gini ya sebelumnya, kalau mau beropini dan beropen minded di sosmed, seengganya berilmu dulu, jangan tong kosong nyaring bunyinya. Terlalu sibuk dgn satu bidang sampe kamu merasa menguasainya bukan berarti kamu paling tau dan bisa menghakimi semuanya ya! Perlu digarisbawahi bahwa rasulullah adalah nabi, pemimpin, guru dan kepala keluarga yg paling adil sedunia. At least, itu yg muslimin yakini. Dan juga, beliau adalah rahmatan lil alamin. Nah sekarang, apa itu definisi adil? Gimana cara kamu mendifine arti dari adil tsb? Contoh paling lazim sih dan yg pasti kalian tau ya yg katanya kalau kamu menguji ikan dari dia memanjat pohon, maka ia akan merasa bodoh selamanya. Udah faham dong ya? Setiap orang punya kapasitas, kebutuhan dan keadaannya masing2. Contoh ketika ada sahabat yg bertanya kepada nabi, apa amalan yg paling baik, jawaban nabi akan berbeda kepada tiap sahabat. Kenapa gitu? Ya karena keadaan dan kebutuhan tiap orang beda2, bukan berarti urutan amalan terbaik itu mutlak dari 1 hadits, sementara banyak hadits lain yg menyebutkan urutan yg berbeda,sesuai kondisi dan keadaan tiap sahabat. Pun begitu dgn hadits dipostingan tsb, bukan berarti tidak utama menikahi janda atau duda atau apalah..... tapi ada yg memang lebih baik menikahi perawan, ada yg memang lebih baik menikahi janda. Hadits ga cuma perkataan aja kok... perbuatan dan bahkan diamnya nabi pun dapat menjadi hadits. Bahkan nabi menikahi janda itu sudah menunjukkan kemuliaan dan keutamaan menikahi mereka, dan satu2nya istri nabi yg dinikahi ketika perawan adalah sayyidah aisyah. kenapa malah dijadikan seolah2 suatu kesalahan? Oiya ini juga berlaku buat perjaka dan duda loh ya. Oleh karena itu lebih baik meriset lebih dalam, baiknya tidak langsung beropini macam2 apalagi yg berkaitan dgn kepercayaan banyak orang. Disini gua ga bahas ttg feminisnya, orientasi seksual yg di bahas akun tsb dllnya, gua hanya ingin menanggapi postingan ttg hadits tersebut. Kalo boleh berpendapat lagi, baiknya si postingan itu dihapus aja hehe.. sekian dan makasi ya!
Comments
Post a Comment