Teman-teman, Akhir-akhir ini sangat marak sekali permasalahan-permasalahan ekonomi yang terjadi di negara kita, Indonesia. Kita dapat melihat tingginya defisit neraca perdagangan, protes dari para petani atas tingginya impor yang dilakukan pemerintah, bahkan sampai hutang negara yang terus menerus tumbuh mengkhawatirkan. Sebenarnya, jika kita menelisik lebih jauh, kita akan mendapati bahwa sumber dari masalah perekonomian kita adalah riba. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh gubernur BI, bahwasanya riba masih menjadi sebab utama dari seluruh masalah perekonomian di negara ini. Oleh karena itu, ekonomi Islam tampil kembali dengan berbagai solusinya, serta sejarah gemilangnya, untuk membenahi sistem perekonomian kita. Sebagaimana yang telah kita ketahui, pada saat krisis ekonomi tahun 1998, Bank Muamalat tetap bertahan dengan hebat, disaat bank-bank lain terkena dampak krisis yang cukup parah. Peristiwa tersebut sedikit banyak dapat merepresentasikan bagaimana ekonomi Islam dapat menjadi solusi untuk permasalahan ekonomi yang cukup pelik ini.
Apakah ekonomi Islam hanya sekedar solusi? Tentunya tidak. Jika kita melihat kepada sistem kapitalis, akan kita dapati bahwa sistem tersebut berorientasi pada keuntungan pribadi, dan sangat berpihak kepada pemilik modal. Salah satu prinsip kapitalis adalah menggunakan keluaran sekecil-kecilnya untuk mendapat pemasukan sebesar-besarnya. Tentunya prinsip ini akan menimbulkan ketidak seimbangan, dimana pengusaha yang memiliki modal hanya megeluarkan sedikit untuk meghasilkan produk, dan memaksa konsumen yang butuh terhadap produk tersebut untuk membayar mahal, yang mana tidak senilai dengan produk tersebut.
Pun begitu dengan sistem sosialis yang melanggar hak kepemilikan. Pemerintah terlalu mencampuri sistem pasar, dan membatasi jumlah kepemilkan. Pemerataan kekayaan yang diinisiasi pemerintah tanpa melewati sistem pasar yang adil, akan merugikan orang-orang yang bekerja lebih giatdan menguntungkan orang-orang yang malas. Dengan pemerataan kekayaan, lama kelamaan persaingan pasar akan menurun, sehingga kualitas perekonomian akan runtuh, produk-produk menurun kualitasnya, dan merugikan para pengusaha.
Dari sistem kapitalis dan sosialis kita dapat mengetahui, bahwasanya masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan, yang bersanding dengan kekurangan yang dapat merusak sistem perekonomian. Ekonomi Islam tidak hanya tampil sebagai solusi dari berbagai permasalahan ekonomi, karena ia berada di tengah dari kedua sistem tersebut, akan tetapi juga sebagai peradaban. Ia menghendaki kepemilikan, dan membiarkan pasar bekerja dengan mekanismenya sendiri, akan tetapi masih dengan pengawasan dari pemerintah. Jika dijalankan dengan optimal, ekonomi Islam akan merubah banyak sekali aspek dalam sebuah Negara, tidak hanya ekonomi, akan tetapi social dan politik pun akan terkena dampaknya.
Terlebih sebagai sistem ekonomi yang diciptakan langsung oleh Allah, tentunya ekonomi Islam adalah sempurna tanpa cacat. Tinggal bagaimana kita sebagai ummat muslim mengamalkan ekonomi Islam sebagai salah satu kewajiban ummat Islam. Terkadang,bahkan realita yang terjadi di Negara kita, banyak dari ummat muslim sendiri yang belum mengetahui tentang ekonomi Islam, dan beberapa juga apatis, tidak perduli dengan keadaaan ekonomi disekitarnya, sampai melalaikan kewajibannya sebagai muslim untuk bertransaksi dengan hal-hal yang di tentukan Allah.
Inilah realita yang kita hadapi sekarang, bagaimana keadaan ekonomi semakin tidak stabil, serta rendahnya kesadaran ummat Islam terhadap kewajibannya sebagai seorang muslim. Padahal jika kita melihat ke Negara lain, ada banyak hal yang seharusnya membuat kita malu, sebagai Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Bagaimana Inggris dengan asset bank syariahnya yang bahkan mengalahkan Indonesia, atau Thailand yang secara peringkat lebih tinggi dari Indonesia dalam hal produsen makanan halal, Australia yang memproduksi daging sapi halal lebih banyak dari Indonesia, dan Negara-negara lainnya.
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, patut kiranya bagi kita untuk mendukung pengembangan ekonomi Islam, mulai dari hal-hal kecil, seperti bertransaksi di warung-warung milik muslim, membuka atau memindahkan rekening ke bank syariah, dan lain sebagainya. karena ekonomi Islam adalah ajaran langit, dan tugas kita adalah membumikannya.
Comments
Post a Comment